Headlines News :
Home » , » Anis Baswedan Mulai Terapkan Kebijakan Mengenai Kendaraan Bermotor Terkait Kualitas Udara di DKI Jakarta

Anis Baswedan Mulai Terapkan Kebijakan Mengenai Kendaraan Bermotor Terkait Kualitas Udara di DKI Jakarta

Written By armen on Kamis, 08 Agustus 2019 | 11.00


Jakarta MP-Beberapa pekan terakhir ini, kualitas udara di DKI Jakarta menjadi sorotan media  lantaran mendapat julukan sebagai ibukota yang tingkat polusinya terburuk di dunia. Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan dengan  jumlah kendaraan bermotor yang mencapai 17 juta unit sebagai penyumbang buruknya kualitas udara di Ibu Kota Jakarta.

Mengacu hal tersebut Anies akan mengambil beberapa kebijakan terkait buruknya kualitas udara di ibukota. Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari instruksi Gubernur   no 66 tahun  2019  tentang  pengendalian kualitas udara di Jakarta, kebijakan tersebut akan mulai diterapkan  kepada seluruh jajarannya yang terkait dengan pengendalian udara di Jakarta.

Adapun kebijakan yang akan direncanakan oleh Gubernur DKI Jakarta, berupa ditahun 2020 semua angkutan umum harus berusia 10 Tahun dan  lolos dari uji emsi, mengelola pembatasan kendaraan pribadi dengan menjalankan ganjil-genap akan diperluas, tarif parkir akan ditingkatkan serta membangun lebih banyak trotoar sehinga warga lebih nyaman dengan berjalan kaki, ucapnya.

Ditambahkan Anis, sedangkan kepada untuk instansi terkait agar memasang alat monitoring nilai buangan asap industri dan pemasangan pengendalian kualitas udara pada cerobong industri, mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau yang ada di Ibu Kota dengan menanam banyak pohon yang ikut membantu menyerap polusi dan akan mendorong percepatan peralihan ke energi terbaru dengan tujuan mengurangi ketergantungan atas bahan bakar fosil.

Bahkan Gubernur DKI Jakarta akan membuat ketentuan bahwa di tahun 2025 kendaraan pribadi yang akan beroperasi di Jakarta harus berusia dibawah 10 tahun dan wajib lulus uji emisi, tegasnya.

Dalam poin ke 2 Anies akan memeperluas sistem ganjil-genap yang berlaku dikawasan kawasan di Jakarta, namun persaratan tersebut tidak berlaku untuk kendaraan listrik.

"Nanti akan banyak kawasan  yang akan menjadi kawasan sistem ganjil-genap dan peraturan ganjil genap ini tidak berlaku bagi kendaraan yang menggunakan sumber tenaga listrik", jelas Gubernur DKI Jakarta.

Gubernur Jakarta  juga menjelaskan semua yang beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor ikut berkontribusi dengan jenis besar kecilnya kendaraan.
"Kita semua yang beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor akan ikut berkontribusi besar kecilnya itu ada sekalanya tapi kita semua ikut berperan,karena itu pada pelaksanaanya kita membutuhkan kerja bersama baik dari pemerintah maupun masyarakat", tuturnya dalam vidio yang diunggahnya.(met)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah