Headlines News :
Home » , » Polres Metro Jakut Ringkus Pelaku Penjualan STNK Palsu Lewat Online

Polres Metro Jakut Ringkus Pelaku Penjualan STNK Palsu Lewat Online

Written By armen on Kamis, 29 Agustus 2019 | 09.48

Jakarta MP - Beredar vidio yang mengunggah pelaku menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) palsu di medsos, yang megatas namakan pejabat dan anggota baik dari Polri Maupun TNI.

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara berhasil mengendus sindikat pemalsu plat nomor dinas dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang ditawarkan melalui online.

Dalam jumpa Pers di Mapolres Jakarta Utara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menuturkan praktik tersebut berawal dari laporan anggota Satlantas Polda Metro Jaya yang menemukan adanya STNK dan TNKB palsu. Kemudian  jajaran Jatanras Polres Jakarta Utara pun menindaklanjuti dengan menyelidiki kasus tersebut.

"Informasi ini berawal dari Satuan Lalulintas Polda Metro Jaya yang menyampaikan kepada Jatanras Polres Metro Jakarta Utara yang diduga ada pelanggaran Plat Nomor Kendaraan dan STNK yang diduga palsu", ucapnya pada 27/8/2019.

Setelah mengadakan penyelidikan berdasarkan laporan, Polres Jakarta Utara kemudian melalukan penangkapan tersangka berinisial CL (27) pada tanggal 16/8 /2019 dikawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. Petugas berhasil menemukan barang bukti berupa STNK dan plat nomor kendaraan palsu, pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Jakut oleh petugas kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut.

Polisi kemudian melalukan pengembangan, penelusuran dari infomasi pelaku sehingga mendapatkan 5 orang pelaku lainya TSW(16) Y (47) AMY (35) DP (38) S (49) semua tersangka berjumlah 6 orang.
Kombes Argo memaparkan  pelaku AMY mencetak STNK menggunakan printer dan kertas HVS. Namun pihak kepolisian sudah  paham  dan jeli membedakan STNK  yang bukan produk yang dikeluarkan oleh Peruri.
“Yang asli ada hologram, barcode, dengan kasat mata keliatan juga", paparnya.

Sementara itu, dibagian plat nomor pelaku juga melengkapi dengan cap dari Korlantas Polri. Namun  Argo menjelaskan bahwa pelaku   tidak tahu persis di mana penempatan cap Korlantas khusus tersebut.

"Memang ada cap Korlantas Polri. Cap pada TNKB itu nggak tahu ada penempatan cap khusus. Sudah ada aturan di setiap TNKB,” katanya.

Pelaku CL mengaku sudah menjual 10 plat nomor lengkap dengan STNK palsu dengan akhiran RFD dan RFP, akhiran tiga huruf itu adalah kode TNI dan Polri. Dalam satu penjualan plat nomor pelaku CL  menjual seharga 20 hingga 35 juta rupiah, dari hasil penjualan ia mengambil keuntungan sebesar 2,5 sampai 8 juta rupiah.

Kombes Argo menambahkan kode plat nomor tersebut adalah kode pejabat tak sembarangan orang menggunakanya.

"Ini kode huruf dan plat  biasa, setiap jenis kendaraan sudah ada alokasi kode plat masing masing untuk memudahkan pengawasan pengelompokan pada katagori tertentu, dan kode plat nomor itu digunakan untuk orang tertentu. Ada 10 STNK dan TNKB yang kita amankan hasil penyitaan barang bukti, pungkasnya.(met)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah