Headlines News :
Home » » Pertemuan Rutin Pamaskal, Karnadi: Sifat Kegotong Royongan di Pamaskal Berkurang

Pertemuan Rutin Pamaskal, Karnadi: Sifat Kegotong Royongan di Pamaskal Berkurang

Written By Metropost on Minggu, 10 November 2019 | 22.48

Jakarta MP - Pertemuan rutin silahturahmi Paguyuban Masyarakat Kalisaleh (PAMASKAL) Kabupaten Pemalang diadakan di Rumah Makan Kayu di Ancol Jakarta Utara yang dihadiri puluhan anggota dan Warga Desa Kalisaleh.

Selain santap makan siang  bersama,  pertemuan juga diadakan rembugan terkait kepengurusan organisasi yang berbentuk sosial yang dinilai belakangan ini semakin surut dan kurang kebersamaanya untuk memajukan Pamaskal untuk Desa Kalisaleh.

Ketua Pamaskal Karnadi memaparkan untuk rasa solidaritas paguyuban ini menilai kurangnya kesadaran untuk tindakan sosial.

"Saya menilai belakangan ini warga masyarakat desa Kalasaleh terutama diperantauan kurang menjujung tinggi rasa sosialnya", ucapnya pada 10/11/2019.

Dia juga meminta segenap lapisan masyakat diperantauan yang berada di JABODETABEK   agar bisa bergabung kembali.

"Kami hanya bisa berharap agar para anggota yang keluar bisa bergabung kembali mari kita jalankan paguyuban ini bersama, karena paguyuban ini adalah milik bersama bukan milik golongan tertentu", pintanya.

Dirinya juga menambahkan "sifat kegotong royongan  dalam badan Pamaskal sangat penting baik dari anggota  maupun warga desa Kalisaleh yang memerlukan bantuan sosial,  jika bukan dari diri kita yang melakukan siapa lagi yang akan memperhatikan paguyuban ini",pungkasnya.



Sementara pendapat dari anggota Aweng Cendol  (50) nama  panggilan akrabnya  memberi masukan,  untuk menarik anggota yang kurang aktif dia mengatakan sistem yang ada meski dirubah.

"Saya rasa sistem yang berjalan meski dirubah agar warga desa Kalisaleh mengakui adanya Pamaskal dengan cara setiap ada kegiatan baik bantuan maupun kegiatan sosial anggota harus datang dor to dor", katanya pada forum.

Menurutnya sistem kinerja yang dijalankan pengurus saat ini kurang diterima oleh masyarakat sehingga memperhambat  jalanya paguyuban.

"Dengan sistem ini masyarakat akan segan bergabung mereka menilai Pamaskal adalah milik para anggotanya", tambahnya Aweng.

Peryataan Aweng sempat ditepis oleh ketua dan beberapa anggota lain. Kemudian Penasehat Pamaskal menjelaskan bahwa merubah sistem ini meski dibicarakan dengan para pengurus.

"Mungkin masukan anggota bagus namun kami meski diskusikan dahulu dengan para pengurus dan anggota yang lain agar tidak terjadi kesalah pahaman", ujar Kasno penasehat Pamaskal.

Dari pertemuan ini diharapkan kesadaran anggota untuk memajukan kegiatan sosial yang ada dalam badan  Pamaskal yang bertujuan memajukan warga Desa kalisaleh.(met)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah