Headlines News :
Home » , » Dampak penyebaran Covid-19, Pemprov Jabar Batasi Jam Operasi Pasar Rakyat

Dampak penyebaran Covid-19, Pemprov Jabar Batasi Jam Operasi Pasar Rakyat

Written By armen on Rabu, 08 April 2020 | 19.29

Cirebon MP - Pemprov Jabar mulai memberlakukan pembatasan  waktu operasi pasar  tradisional. Hal ini guna menekan penyebaran virus Covid-19 yang semakin banyak korban.

Pemberlakuan tersebut sesuai dengan surat edaran Bupati Cirebon No. 510/702/ Disperindak, tertanggal 06 April 20w0

Bahwa dalam surat Edaran teraebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden No. 7 tahun 2020 soal gustugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Untuk mengantisipasu hal tersebut, Pasar Sumber yang beralamat di Kelurahan Sumber Kecamatan Sumber  Kabupaten Cirebon, meskipun kecil namun jam operasinya padat, bahkan bisa sampai 24 jam karna pasar tersebut adalah  lokasi perbatasan antara Kabupaten Cirebon Dan Kabupaten Kuningan sehingga masyarakat  memilih passr Sumber sebagai transaksi jual beli.
Kepala pasar Sumber Didi  membenarkan bahwa telah menerima kunjungan dari Pemprov Jabar. Kunjungan tersebut bermagsud  untuk memberlakukan pembatasan waktu operasi pasar.

"Iya benar tadi ada kunjungan dari Pemprov Jabar memberitahukan pembatasan jam untuk para pedagang pasar", ucapnya ketika di hububungi melalui selular pada Selasa 7/4/2020.

Pembatasan dilakukan untuk menghindari kerumunan masyarakat  agar bisa mengatasi putusnya rantai penyebaran virus.

"Pemberlakuan pembatasan jam operasi  mulai tanggal 8/4 dari jam 12 siang sampai jam 02 pagi  dan kembali normal jika sudah aman dan ada perintah kembali dari pusat", ,tambahnya.

Sementara dipasar Induk Jagasatru  Kelurahan Pulasaren Kecamatan  Pekalipan Kota Cirebon. Hari ini dipenuhi oleh masyarakat, dikarenakan jam operasinya sudah diberlakukan oleh pihak pengelola pasar induk.

Dengan membludaknya pasar induk banyak  dikritik oleh para pengunjung. Salah satunya Elly, pedagang pasar Sumber  yang sedang belanja  merasa kewalahan akibat membludaknya para pedagang eceran yang sedang berbelanja rutin untuk dijual kembali.

"Karena jualan di pasar jamnya dibatasi jadi semua pada belanjanya barengan soalnya jam 12 siang harus pada bubar kosongkan pasar", jelasnya sambil nada lelah.

Peryataan serupa juga dikatakan oleh pedagang lainya, dengan  pembatasan waktu di pasar induk akan menpercepat penyebaran virus, sebab para pengunjung akan berebut waktu sebelum jam yang dibatasi habis.

"Jika dipasar  jagasatru (pasar induk) tidak cepat dicarikan solusinya maka percuma Pemprov Jabar memberlakukan pembatasan waktu di pasar tradisional", ujar pedagang yang tak mau disebutkan namanya.

Berdasarkan pantauan  Metro Post memang  pasar  terlihat  penuh pengunjung dari hari biasanya, para pedagang eceran berdesakan untuk berebut bahan sayuran. Hal tersebut  tidak menutup kemugkinan membatu program pemerintah baik Pemprov Jabar maupun Pusat.(met)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah