Headlines News :
Home » , » Selama Pandemi Covid19, Sekolah belum terapapkan Permendikbud No.19 tahun 2020

Selama Pandemi Covid19, Sekolah belum terapapkan Permendikbud No.19 tahun 2020

Written By armen on Minggu, 10 Mei 2020 | 13.06

Jakarta MP- Selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Jakarta, para siswa diwajibkan belajar dari rumah secara daring dengan guru. Karenanya dibutuhkan koneksi jaringan internet agar proses belajar bisa berlangsung.
Kondisi tersebut dikeluhkan para orangtua siswa, pasalnya mereka  harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kuota internet.
“Ini sangat memberatkan orangtua siswa, apalagi di saat corona sekarang ini beban ekonomi untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah cukup berat. Ditambah harus beli kuota internet untuk belajar anak. Harusnya ada bantuan dari sekolah, tapi sampai sekarang belum juga ada,” ujar orangtua siswa.
Bantuan biaya paket kuota internet sendiri sebenarnya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler. Selanjutnya diubah melalui (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 99). 
Hal tersebut tertuang dalam  Permendikbud No. 19 tahun 2020 pasal 9A ayat 1 yang berbunyi Selama masa penetapan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah Pusat, sekolah dapat menggunakan dana BOS Reguler dengan ketentuan sebagai berikut: a. pembiayaan langganan daya dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) huruf g dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah.
Namun berdasarkan pantauan di sejumlah sekolah, bantuan biaya kuota internet, hingga saat ini belum disalurkan dengan berbagai alasan, sehingga meski sudah berjalan hampir 3 bulan para siswa melakukan home learning namun tetap saja orang tua siswa yang dengan susah payah penyediakan paket datanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Iman Satria mengaku terkejut, karena penyaluran bantuan kuota jelas sudah aturannya.
Karenanya ia berjanji akan menegur Kepala Dinas Pendidikan dan para Kepala Sekolah yang belum menyalurkan kuota internet kepada para siswa, sekaligus akan melakukan pengecekan langsung ke sekolah-sekolah yang belum menyalurkan bantuan, seperti apa kendalanya.
Anggota dewan dari Partai Gerindra ini juga dengan tegas meminta kepada Kepala Dinas dan Kepala Sekolah untuk segera menyalurkan bantuan kuota internet kepada para siswa.
“Jangan ditunda-tunda lagi, salurkan segera. Orangtua siswa sudah berat menanggung kebutuhan ekonomi sehari-hari selama pandemi corona, jangan ditambah lagi dengan biaya paket kuota intenet,” tegasnya. Ar'S
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah