Headlines News :
Home » , » Danramil 2013/ Sumber Pimpin Apel Penertiban Pasar Tumpah Di Area PSBB

Danramil 2013/ Sumber Pimpin Apel Penertiban Pasar Tumpah Di Area PSBB

Written By armen on Senin, 01 Juni 2020 | 19.45

Cirebon MP - Apel penertiban Pedagang dilakukan Tiga (3) pilar Muspika Kecamatan Cirebon dipimpin  komandan Rayon Militer (Danramil) 2013 kecamatan Sumber, Kapten Inf  Suharyoto, menertibkan para pedagang yang tumpah ke jalan akibat penutupan Pasar Sumber, Senin (1/6) dini hari.

Sebelum pelaksanaan penertiban, tiga pilar Kecamatan Sumber melaksanakan apel bersama.

Pantauan Metro Post  di lapangan, sejak Minggu (31/5) malam sekira pukul 22.00 WIB, sudah terlihat beberapa pedagang lemprakan  telah menggelar dagangannya dibahu jalan dan juga ada yang menempati trotoar jalan sepnajang jalan Dewi  Sarrika.

Dalam apel tersebut, Danramil Kapten Inf  Suharyoto menyampaikan, penertiban ini menindaklanjuti instruksi dari Bupati karena ada laporan pedagang yang masih membandel tidak mengindahkan instruksi.

Oleh karenanya, tegas Danramil Sumber, mulai Senin (1/6) dini hari sampai 10 hari  ke depan tidak ada aktifitas tempat usaha di sekitar Pasar Sumber. Lokasi dari Kantor Pos sampai lokasi utama Pasar Sumber steril tidak ada pedagang sama sekali.

"Termasuk juga pedagang yang sudah menetap di sekitar pasar. Jadi area ini bersih tidak ada pedagang sama sekali," tegasnya. Menurutnya, penertiban ini ditunggu  puluhan para pedagang lainnya yang mematuhi instruksi pemerintah.

"Mereka telah menunggu saat-saat seperti ini supaya tidak terjadi kecemburuan antar pedagang," kata Danramil.

Ia menyatakan, penertiban ini berdasarkan laporan perkembangan situasi. "Kemudian instruksi dari pimpinan harus tidak ada aktifitas ekonomi," tutupnya.

Di tempat sama, Kabid  Tibum Tranmas pada  Metro Post, menjelaskan, penertiban ini adalah atensi dan permintaan dari masyarakat yang sudah memenuhi ketentuan dari pemerintah. Sebab menurutnya, masih ditemukan beberapa pedagang yang bukan asli orang sini masih berjualan.

Oleh karena itu, untuk tidak menimbulkan kecemburuan maka Muspika memutuskan bahwa untuk penyekatan sampai wilayah lampu merah Pos Giro.
"Malam ini kita terjunkan bersama TNI-Polri untuk melaksanakan sosialisasi agar tidak melakukan kegiatan ekonomi selama sampai dengan tanggal 11 Juni," jelasnya.

Untuk sanksi secara hukum, dikatakannya, belum sampai ke sana tapi minimal mereka diperingatkan terlebih dahulu. "Insya Allah mudah-mudahan setelah diperingatkan mereka mau dan sadar bahwa ini untuk kepentingan bersama," katanya.

Soal usulan pedagang supaya disediakan tempat untuk berjualan, ia menjelaskan, bahwa itu sebenarnya wewenang Dinas Perindag.

"Sedangkan kami di sini melaksanakan apa yang sudah diputuskan Bupati setelah rapat Forkopimda bahwa 14 hari setelah ditemukannya 2 pedagang positif Covid-19 maka inkubasinya 14 hari mereka tidak boleh aktifitas usaha di sana," jelasnya lagi.

Mengenai toko di sepanjang Jalan Dewi Sartika apakah perlu ditutup, ia menjawab, untuk sementara jangan melakukan aktifitas usaha dulu alias ditutup sementara sampai tanggal 11 Juni.

Pantauan di lapangan, selama penertiban, ada pedagang yang menertibkan atau membereskan sendiri barang daganganya setelah melihat tim penertiban   berjaga dilokasi.

Sementara pedagang lainnya baru mengemas dagangannya setelah mendapat teguran dan diperintahkan oleh tim penertiban. Penertiban berlangsung hingga pukul 03.00 diini hari itu berjalan kondusif dan aman. Sementara beberapa personil masih berjaga jaga di titik titik jalan lingkungan yang akan menuju jalan Dewi Sartika. (met/eka)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah