Headlines News :
Home » » Karyawan Eks PT Yamakawa Terus Tuntut Pesangon Diturunkan

Karyawan Eks PT Yamakawa Terus Tuntut Pesangon Diturunkan

Written By Metropost on Jumat, 19 Juni 2020 | 03.25


Cirebon MP  -  Merasa  tak  dipenuhi  tuntutan pesangonya.   Puluhan   bekas karyawan   Perseroan Terbatas  (PT) Yamakawa Rattan Industry,  kembali  melakukan pertemuan  dengan  awak  perusahan yang diwakilkan oleh  staff Personalia, Untung, pertemuan  yang dilakukan Eks  karyawan dengan  PT  Yamakawa  di laksanakan di kantor kecamatan Plumbon, kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut turut hadir Camat Plumbon Dadang, Kapolsek Depok AKP Sakur, Perwakilan Pihak Perusahaan PT. Yamakawa Untung, LSM GRIB Kabupaten Cirebon Amal S, jajaran Koramil Plumbon, dan puluhan karyawan yang di PHK.

Puluhan  karyawan  ini sudah sering kali  melakukan audensi dengan pihak perusahaan,  merasa tak pernah ada jawaban  mereka  terus menutut  haknya. Karyawan sempat mealukan aksi demo pada bulan  lalu sebelum  bulan Ramadhan.

Menanggapi permohonanya, Untung sebagai perwakilan perusahaan selalu menyampaikan setipa pertemuan dengan mereka  dia selalu menyampaikan kepada pemimpin perusahaan. 
"Setiap pertemuan kami selalu melaporkan kepada pimpinan perusahaan namun jawaban dari perusahaan sampai saat ini masih sama",  kata Untung  pada hari  Kamis  17/6/2020.

Untung  menjelaskan  pihaknya pernah menemui para sks  karyawan Sebelumnya. "Sebelum  pertemuan ini, kami sudah ada pertemuan dengan pihak karyawan terkait tuntutan. Namum perusahaan belum memberikan jawaban, dan jawabanya masih sama seperti kemarin,"  kata Untung.

Tuntutan eks  karyawan ini juga ada dukungan  dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Baru (LSM GRIB), yang diwakilkan  Amal S, Sekjen LSM GRIB  kabupaten Cirebon, pihaknya akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Plumbon, terutama para karyawan PT Yamakawa yang terkena PHK.

Menurut Amal,   perusahan tersebut jelas-jelas melanggar regulasi perundang-undangan ketanagakerjaan dengan mem-PHK tanpa pesangon.

"Sebenarnya saya sudah tau sebelumnya  bahwa camat tidak bisa berbuat apa-apa karena regulasinya ada di bupati kabupaten Cirebon, seharusnya bupati jangan diam saja dengan adanya dampak Covid-19 ini," jelasnya.

"Bupati seolah-olah membiarkan masyarakatnya  yang terdampak covid-19 ini yaitu di PHK tanpa di berikan pesangon. Seharusnya regulasinya ada di  aturan UU ketenagakerjaan tahun 2003 bahwa Bupati melalui disnakernya bisa menindak perusahaan yang melanggar, namun ini tidak dilakukan oleh Bupati", tambah Amal.


Dirinya juga menegaskan, pihaknya sudah 2 kali melayangkan surat kepada Bupati, namun sampai saat ini diakuinya belum ada jawaban. pihaknya juga telah melakukan audiensi dengan DPRD kabupaten Cirebon melalui komisi IV namun tetap saja belum mendapatkan jawaban yang kongkrit dari DPRD kabupaten Cirebon.

"kami sudah melayangkan surat ke Bupati dan sampai saat ini belum ditanggapi oleh bupati dan ini sebenarnya insiden buruk bagi nasib pekerja kabupaten cirebon",  ucap Amal.


Masih  dengan ucapan Sekjen LSM GRIB "Kita juga sudah melakukan audiensi dengan DPRD kabupaten Cirebon lewat komisi IV,  hasilnyapun belum ada ultimatum.  kemarin komisi IV ngomong akan melakukan tindakan persuasif ketika perusahaan melanggar akan menutup,  saya rasa itu omong besar saja," tegasnya.

Amal menegaskan,  pihaknya  akan melayangkan surat   yang ke 3 kepada bupati Cirebon,  apabila  bupati tidak merenspon  maka, menurutnya  bupati tidak  melindungi  rakyatnya. 

"Nah ini sebagai catatan saya tunggu gerakan bupati cirebon yang peduli tentang pekerja yang terdampak Covid-19 ini Jadi kami minta bupati segera melakukan tindakan nyata kepada perusahaan. Kami akan terus  melakukan perlawanan baik secara litigasi maupun non litigasi sampai tuntutan teman-teman ini terpenuhi. Walaupun dengan setandar yang ketat karena Covid-19 ini masih berlangsung jadi kami juga harus menaati aturan yang berlaku",  pungkasnya.(met/eka)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah