Headlines News :
Home » » Pelaku Pencabulan Anak Yatim Diciduk Polisi, Dihukum Maksimal 15 Tahun Penjara

Pelaku Pencabulan Anak Yatim Diciduk Polisi, Dihukum Maksimal 15 Tahun Penjara

Written By Metropost on Sabtu, 06 Juni 2020 | 11.40

Cirebon MP - Polresta Cirebon ungkap kasus pencabulan anak dibawah umur. Kapolresta Cirebon Komisaris Besar Polisi (Kombes)  M. Syahduddi  S.I.K M.Si  dan didampingi Wakapolresta  Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)  Arief Budiman SIK MH,  memimpin giat acara Komferensi Pers yang dilaksanakan di Mapolresta jalan Dewi Sartika  kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Menurut penjelasan   Kapolresta  dari hasil penyelidikan tersangka  AR (45)   awalnya mengajak korban A, untuk mencari bunga  disawah setelah dilokasi secara spontan tersangka  melakukan aksi bejadnya terhadap korban yang masih belia.

"Awalnya korban dan rekan korban sedang bermain dirumah  rekan korban kemudian  dirayu diajak keliling menggunakan sepeda motor kedaerah persawahan, setelah sampai lokasi rekan korban meninggalkan area kemudian tersangka  melakukan bujuk rayu  untuk melakikan  pencabulan terhadap korban", tuturnya kepada wartawan.

Kombespol M. Syahduddi mengatakan ketika ditanya Metro Post apakah  tersangka ada pengancaman kepada korban.

"Ketika tersangka melakukan aksinya korban sempat  berteriak jangan sakiti saya kemudian  tersangka membekam mulut korban dan mengancam jangan bilang kepda siapapun termasuk istrinya",  ucapnya pada Jumat 5/6/2020.


Sementara ketua Komisi  Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kabupaten Cirebon Siti Nuryati akan selalu mendapingi dan memberikan shok terapi agar korban tak mengalami trauma yang sangat drastis.

"Untuk selanjutnya Kami akan selalu mendapingi  korban sampai kapanpun dari awal penriksaan visum hingga sampai kepersidangan",  ucap Siti.

Dikatakanya, bukanya hanya sampai disitu saja pihaknya akan melakukan tindakan shokterapi untuk mengantisipasi korban trauma"bukan sekali saja kami dampingi meskipun vonis pengadioan sudah jatuh kami tetap melakukan perlindungan kepada korban minimal 12 kali shokterapi untuk menghilangkan rasa traumanya", kata ketua KPAI.

Kembali  ke Kapolreta,  Sedangkan untuk korban, Polresta Cirebon bekerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Cirebon untuk memberikan pendampingan trauma healing. "Polresta Cirebon dengan KPAI akan mendampingi korban memberikan trauma healing. Kita juga mengimbau orang tua agar lebih waspada untuk mengawasi anak-anak," tutup Syahduddi.

Akibat perbuatannya, AR dijerat UU Perlindungan Anak Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.(met)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah