Headlines News :
Home » » Puluhan Pedagang Kecewa Saat Audensi Pulang Tak Bawa Solusi

Puluhan Pedagang Kecewa Saat Audensi Pulang Tak Bawa Solusi

Written By Metropost on Jumat, 05 Juni 2020 | 20.20

Cirebon MP -  Puluhan pedagang pasar Sumber  menduduki ruang rapat  anggota DPRD kabupaten Cirebon  di ruangan Amithya Banmus. Hadirnya puluhan perwakilan pedagang  guna audensi antara anggota DPRD, kepala Dinas Industri dan perdgangan (Kadis Deperindag) dan tim gugus tugas Covid-19.

Sebagai  Dewan Perwakilan Rakyat Komosi lV  Yoga Setiawan  dari fraksi PDIP menjembatani aspirasi keluhan pedagang  yang terdampak penutupan pasar Sumber akibat 2 pedagang terkomfirmasi positip Covid-19 pada pekan lalu.

Yoga  Setiawan mengatakan ada beberapa point yang diajukan dalam rapat   bersama Koperindag, Bupati kabupaten Cirebon H Imron dan jajaranya, diantaranya penutupan pasar harus di ikuti solusinya.

"Atas perintah ketua DPRD saya sebagai perwakilan  Dewan mengikuti rapat, dalam rapat saya mengajukan beberapa poin diantaranya pemenrintah kabupaten Cirebon jangan lepas tangan artinya, penutupan pasar juga harus di ikuti dengan solusi dan kompensasi", ujarnya dalam diskusi pada kamis 4/6/2020.

Beberapa poin  sudah dibacakan, kemudian dari anggota dewan lain dari Fraksi Demokrat Heriyanto  juga menambahkan, dirinya meminta dalam diskusi ini  membuahkan hasil yang baik  untuk pedagang"saya minta dalam diskusi kita ini bisa memberikan solusi yang terbaik kasian pedagang sudah lama tak berjualan",  harap  Heriyanto.

Dari permohonan para Dewan  diperkuat beberapa pedagang yang mengutarakan serupa. Salah satu Perwakilam pedagang Hj  Ela yang seharinya berjualan pakaian, ia mengatakan seharusnya Pemkab Cirebon  memeberi solusi  setelah  penutupan pasar.

"Kami sebagai pedagang yang kehilangan mata pencarian  setelah penutupan pasar,  kami  sudah usaha berjualan secara online melalui Whasapp tapi karena tidak terbiasa  menawarkan menggunakan  HP  jadi tidak ada yang beli", tuturnya.

"Bukan hanya pedagang pasar saja  jelas Ela,  masyarakat  sekitarpun  terkena dampaknya akibat penutupan sepanjang jalan Dewi Sartika  disanalah banyak tukang ojeg, tukang becak, sopir angkot dan pedagang dorongan lain. Kasian mereka yang seharinya mengandalkan  dari orang orang pulang dan berangkat dari pasar", tambahnya.

Ela (perwakilan pedagang)  pihaknya menyayangkan  dengan penutupan pasar secara mendadak tanpa  surat pemberitahuan membuat panik  pedagang  untuk  memindahkan daganganya dari gedung pasar.

"Kenapa tidak ada surat dulu untuk pengurus   pedagang pasar (P3SR)  jadi kami tidak panik seperti kemarin. Kalau ada surat kan bisa  di musyawarahkan dulu dengan pedagang walaupun nantinya pasar ditutup setidaknya  punya persiapan",  kata Ela.

Akan tetapi permohonan pedagang belum mendapat jawaban secara pasti dari Kadis Indag. Ia belum berani memutuskan untuk membuka Pasar Sumber dan belum memberikan solusi kepada pedagang. Sebab menurutnya, akan membicarakan dulu dengan bupati.

Hal ini yang membuat para pedagang menyasalkan sikap Kadis Indag. Selanjutnya anggota DPRD akan membawakan permasalahan ini dengan segera bertemu Bupati.(met/eka)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Kang Lintas | Lintas Daerah
Copyright © 2011. Metro Post - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kang Lintas
Proudly powered by Lintas Daerah